Minggu, 15 November 2009

metnum modul 2

Gambaran Umum Galat

  • Penyelesaian secara numerik dari suatu persamaan matematis hanya memberikan nilai perkiraan yang mendekati nilai eksak (yang benar) dari penyelesaian analitis
  • Penyelesaian numerik akan memberikan kesalahan (galat) terhadap nilai eksak
  • Terdapat 2 jenis galat pada suatu bilangan (data), yakni galat absolut dan galat relatif
Galat Absolut dan Relatif
  • Galat absolut suatu bilangan adalah selisih antara nilai sebenarnya (dengan anggapan telah diketahui) dengan suatu pendekatan pada nilai sebenarnya
  • Hubungan antara nilai eksak (nilai sebenarnya), nilai perkiraan dan kesalahan diberikan dalam bentuk :

dimana :

x = nilai eksak

X = pendekatan pd nilai sebenarnya

e = kesalahan


  • Galat absolut suatu bilangan adalah selisih antara nilai sebenarnya (dengan anggapan telah diketahui) dengan suatu pendekatan pada nilai sebenarnya
  • Hubungan antara nilai eksak (nilai sebenarnya), nilai perkiraan dan kesalahan diberikan dalam bentuk :

dimana :

x = nilai eksak

X = pendekatan pd nilai sebenarnya

e = kesalahan

  • X merupakan nilai perkiraan terbaik
  • Dalam metode numerik formula di atas disebut pendekatan iteratif
  • Perkiraan sekarang dibuat berdasar perkiraan sebelumnya, sehingga :

di mana :

= nilai perkiraan pada iterasi ke n

= nilai perkiraan pada iterasi ke n+1



Sumber Utama Galat Numerik

  • Terdapat 3 macam sumber utama kesalahan (galat) , yakni :

1. Galat bawaan

2. Galat pemotongan

3. Galat pembulatan

Galat Bawaan (Inheren Error)

  • Galat dalam nilai data
  • Terjadi akibat kekeliruan dalam menyalin data, salah membaca skala atau kesalahan karena kurangnya pengertian mengenai hukum-hukum fisik dari data yang diukur

Contoh :

Pengukuran selang waktu 2,3 detik :

Ø Terdapat beberapa galat karena hanya dg suatu kebetulan selang waktu akan diukur tepat 2,3 detik

Ø Beberapa batas yang mungkin pada galat inheren diketahui :

  • Berhubungan dengan galat pada data yang dioperasikan oleh komputer dengan beberapa prosedur numerik

Galat Pemotongan (Truncation Error)

  • Berhubungan dengan cara pelaksanaan prosedur numerik
  • Contoh pada deret Taylor tak berhingga :
  • Formula di atas dapat dipakai untuk menghitung sinus sembarang sudut x dalam radian
  • Jelas kita tidak dapat memakai semua suku dalam deret, karena deretnya tak berhingga
  • Kita berhenti pada suku tertentu misal x9
  • Suku yang dihilangkan menghasilkan suatu galat

Dalam perhitungan numerik galat ini sangat penting

Galat Pembulatan

  • Akibat pembulatan angka
  • Terjadi pada komputer yang disediakan beberapa angka tertentu misalnya 5 angka
  • Sebagai contoh : penjumlahan 9,2654 + 7,1625 , menghasilkan 16,4279 yang terdiri dari 6 angka, sehingga tidak dapat disimpan dalam komputer dan akan dibulatkan menjadi 16,428

Deret Taylor

Deret Taylor merupakan dasar untuk menyelesaikan masalah dalam metode numerik, terutama penyelesaian persamaan diferensial.

Jika fungsi f(x) diketahui di titik xi

Semua turunan dari f terhadap x diketahui pada titik tersebut

Dengan deret Taylor dapat dinyatakan nilai f pada titik xi+1 yg terletak pada jarak Dx dari titik xi

dimana :

= fungsi di titik x

= fungsi di titik x i + 1

= turunan pertama, kedua, …. ke n dari fungsi

= jarak antara xi dan xi + 1

= kesalahan pemotongan

! = operator faktorial, misal 2! = 1 x 2

Kesalahan pemotongan, Rn :

  1. Orde nol (Memperhitungkan satu suku pertama)

Perkiraan akan benar bila fungsi yang diperkirakan adalah konstan

  1. Orde 1 (Memperhitungkan dua suku pertama), berupa garis lurus ( naik/turun )
  1. Order 2 (Memperhitungkan tiga suku pertama)

Kesalahan Pemotongan pada Deret Taylor

Formula :

Indeks n : deret yg diperhitungkan sampai suku ke n

Indeks n +1 : kesalahan pemotongan mempunyai orde n+1

Kesalahan pemotongan akan kecil bila :

  1. Interval Dx kecil
  2. Memperhitungkan lebih banyak suku deret Taylor

Pada perkiraan order1 besar kesalahan pemotongan :




Tidak ada komentar: