Gambaran Umum Galat
- — Penyelesaian secara numerik dari suatu persamaan matematis hanya memberikan nilai perkiraan yang mendekati nilai eksak (yang benar) dari penyelesaian analitis
- — Penyelesaian numerik akan memberikan kesalahan (galat) terhadap nilai eksak
- — Terdapat 2 jenis galat pada suatu bilangan (data), yakni galat absolut dan galat relatif
- — Galat absolut suatu bilangan adalah selisih antara nilai sebenarnya (dengan anggapan telah diketahui) dengan suatu pendekatan pada nilai sebenarnya
- — Hubungan antara nilai eksak (nilai sebenarnya), nilai perkiraan dan kesalahan diberikan dalam bentuk :
dimana :
x = nilai eksak
X = pendekatan pd nilai sebenarnya
e = kesalahan
- — Galat absolut suatu bilangan adalah selisih antara nilai sebenarnya (dengan anggapan telah diketahui) dengan suatu pendekatan pada nilai sebenarnya
- — Hubungan antara nilai eksak (nilai sebenarnya), nilai perkiraan dan kesalahan diberikan dalam bentuk :
dimana :
x = nilai eksak
X = pendekatan pd nilai sebenarnya
e = kesalahan
—
- — X merupakan nilai perkiraan terbaik
- — Dalam metode numerik formula di atas disebut pendekatan iteratif
- — Perkiraan sekarang dibuat berdasar perkiraan sebelumnya, sehingga :
di mana :
= nilai perkiraan pada iterasi ke n
= nilai perkiraan pada iterasi ke n+1
Sumber Utama Galat Numerik
- — Terdapat 3 macam sumber utama kesalahan (galat) , yakni :
1. Galat bawaan
2. Galat pemotongan
3. Galat pembulatan
Galat Bawaan (Inheren Error)
- — Galat dalam nilai data
- — Terjadi akibat kekeliruan dalam menyalin data, salah membaca skala atau kesalahan karena kurangnya pengertian mengenai hukum-hukum fisik dari data yang diukur
Contoh :
Pengukuran selang waktu 2,3 detik :
Ø Terdapat beberapa galat karena hanya dg suatu kebetulan selang waktu akan diukur tepat 2,3 detik
Ø Beberapa batas yang mungkin pada galat inheren diketahui :
- — Berhubungan dengan galat pada data yang dioperasikan oleh komputer dengan beberapa prosedur numerik
Galat Pemotongan (Truncation Error)
- — Berhubungan dengan cara pelaksanaan prosedur numerik
- — Contoh pada deret Taylor tak berhingga :
- — Formula di atas dapat dipakai untuk menghitung sinus sembarang sudut x dalam radian
- — Jelas kita tidak dapat memakai semua suku dalam deret, karena deretnya tak berhingga
- — Kita berhenti pada suku tertentu misal x9
- — Suku yang dihilangkan menghasilkan suatu galat
Dalam perhitungan numerik galat ini sangat penting
Galat Pembulatan
- — Akibat pembulatan angka
- — Terjadi pada komputer yang disediakan beberapa angka tertentu misalnya 5 angka
- — Sebagai contoh : penjumlahan 9,2654 + 7,1625 , menghasilkan 16,4279 yang terdiri dari 6 angka, sehingga tidak dapat disimpan dalam komputer dan akan dibulatkan menjadi 16,428
Deret Taylor
— Deret Taylor merupakan dasar untuk menyelesaikan masalah dalam metode numerik, terutama penyelesaian persamaan diferensial.
— Jika fungsi f(x) diketahui di titik xi
— Semua turunan dari f terhadap x diketahui pada titik tersebut
— Dengan deret Taylor dapat dinyatakan nilai f pada titik xi+1 yg terletak pada jarak Dx dari titik xi
dimana :
= fungsi di titik x
= fungsi di titik x i + 1
= turunan pertama, kedua, …. ke n dari fungsi
= jarak antara xi dan xi + 1
= kesalahan pemotongan
! = operator faktorial, misal 2! = 1 x 2
— Kesalahan pemotongan, Rn :
- Orde nol (Memperhitungkan satu suku pertama)
Perkiraan akan benar bila fungsi yang diperkirakan adalah konstan
- Orde 1 (Memperhitungkan dua suku pertama), berupa garis lurus ( naik/turun )
- Order 2 (Memperhitungkan tiga suku pertama)
Kesalahan Pemotongan pada Deret Taylor
— Formula :
— Indeks n : deret yg diperhitungkan sampai suku ke n
— Indeks n +1 : kesalahan pemotongan mempunyai orde n+1
— Kesalahan pemotongan akan kecil bila :
- Interval Dx kecil
- Memperhitungkan lebih banyak suku deret Taylor
— Pada perkiraan order1 besar kesalahan pemotongan :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar